because everyone is boring..and because you’re different

Posts tagged “live

Depression can not be cured. You just have to learn to live with it.

illustration-depression-monster

“Depresi Bisa Disembuhkan.” Begitu bunyi poster tentang depresi di depan ruangan psikiatri RSPP kemaren. Poster yang sudah bertahun-tahun tidak pernah saya lihat lagi. Dan setelah sekian tahun saya masih tidak percaya dengan poster tersebut.

Depression can not be cured. You just have to learn to live with it. Deal with it. Tidak peduli seberapapun kerasnya saya mencoba, depresi akan kembali menyerang saya. Pendapat yang diakui sendiri oleh dr. Endah-pskiatri saya. It will comes to haunt you in the middle of the night, or even on a perfect sunny day. No one knows when, where, or why.

Dan permasalahnnya, setelah sekian tahun saya masih terus berperang dengan diri saya sendiri dan belum bisa berdamai. Ternyata proses pembelajarannya sangat panjang dan saya masih sering saja menemui kegagalan demi kegagalan.

*sigh*

picture form sebastien millon.

Now Playing: Bogan Via- Wait Up – Kanye

Advertisements

too late to die young.

too late

i guess it’s too late already… apakah 31 masih bisa dibilang muda? ūüėÄ

die young or let us live forever! live forever in the memories…

gambar diambil dari sini

Now Playing: The Kills – Keep On Your Mean Side – Sugar Baby


mozzieeeeee! you stole all hearts away!

This slideshow requires JavaScript.

akhirnya penantian bertahun-tahun terbalas sudah. morrissey, sang legenda akhirnya memutuskan untuk konser disini kamis kemarin. ketika pertama kali saya mendengar kabar ini saya tidak pecaya sama sekali karena sudah bertahun-tahun isu morrissey tampil disini dan satupun tidak ada yang terealisasi. dan begitu akhirnya berita ini sudah dikonfirmasikan dan tiket sudah dijuaal tanpa pikir panjang langsung segera membeli tiketnya. akhirnya hari kamis kemarin, semua pengorbanan (bela-belain enggak kontrol gigi selama 2 bulan!) dan penantian selama bertahun-tahun ini terbayar sudah.

dari jam 5 sore saya sudah siap di lokasi dan mengantri bersama teman-teman saya. 3 jam kami mengantri baru kemudian masuk venue, dan 1 jam lagi kami duduk manis menanti kehadiran sang idola di panggung. tepat jam 9 malam, tirai terbuka dan morrissey langsung menggebrak dengan hitsnya bersama the smith “how soon is now.” semua penonton-termasuk saya langsung bersorak gembira dan bernyanyi bersama. malam itu morrissey nampaknya langsung ngebut dan langsung menggebrak dengan hits-hits lainnya yang memang sudah dinanti-nantikan oleh para penggemar setianya. “you’re the one for me, fatty’ menggebrak penonton dan sontak semua ikut bernyanyi. melihat respon penonton yang sangat antusias bernyanyi bersama, morrisey nampaknya terkejut dan menjadi bersemangat. belum sempat penonton bernapas, opa moz kembali menggebrak dengan “alma matters” (yang nampaknya sudah sangat ditunggu-tunggu) dan saat itu nampaknya 4000 penonton yang memadati tennis indoor senayan kompak bernyanyi yang membuat saya menjadi merinding ketika melihat videonya di youtube. saya sendiri tidak mau kalah dengan penonton yang lain dan ikutan berkaraoke massal. setelahnya morrissey menyanyikan hits-hits lainnya termasuk andalan saya “everyday is like sunday,” “first of the gang to die,” “oija board,” dan lainnya. sayang sekali morrissey tidak memasukkan “the last of the famous international playboy” di setlistnya, padahal di jepang dia sempat membawakan lagu ini kalau tidak salah. dan satu hal lagi yang disayangkan adalah moz sudah tidak pernah memasukkan “the more you ignore me the closer i get” ke dalam setlist konsernya, entah karena alasan apa… walaupun di akhir konser agak sedikit anti klimaks karena pemilihan lagunya, tapi semua penonton yang ada di senayan rasanya terpuaskan malam itu. sungguh 1.5 jam yang luar biasa! dan konser morrissey merupakan salah satu konser terbaik yang pernah saya tonton! (walaupun tidak boleh menbawa kamera pocket ke dalam arena konser, dan saya kekurangan photo yang menjanjikan untuk dipajang. nanti setelah saya mendapat kiriman photo akan saya update lagi)

sungguh luar biasa malam itu, moz menggempur jakarta, dan penontonnya pun luar biasa meriah (dan tertib). walaupun opa moz sudah enggak sefit dulu, tapi berkat bantuan penonton nampaknya dia juga menjadi sangat bersemangat, sampai-sampai dia mengencourage beberapa penonton untuk naik panggung (walaupun dicegah oleh petugas keamanan). dan berbahagilah mereka-mereka yang sempat naik dan memeluk morrissey,¬† saya yakin mereka tidak akan melupakan malam itu seumur hidupnya… lucky bastards! walaupun morrissey sudah masuk status “legenda” tapi sepanjang konser dia masih berinteraksi dengan para penonton…

and he stole from the rich and the poor
and the not-very-rich and the very poor
and he stole all hearts away
he stole all hearts away
he stole all hearts away
he stole all hearts away

ah opa moz, anda memang mencuri hati semua orang malam itu…

video diambil dari sini via

Now Playing: R√∂yksopp – Junior – You Don’t Have A Clue


love garage (sayangnya bukan garasi tempat bercinta). tapi kami cinta r√∂yksopp!

This slideshow requires JavaScript.

hari rabu kemarin akhirnya saya kesampaian juga menonton duo dj asal norwgia favorit saya: r√∂yksopp. tampil bersama performer lainnya dalam acara “love garage” yang diadakan oleh promotor ismayalive, tiket seharga 275.000 rupiah terasa murah karena jika dilihat lagi tiket ini untuk acara 2 hari dengan lebih dari 6 performer. well, saya sih tidak begitu tertarik datang ke acara yang pertama di hari minggu sebelumnya karena yang ada di pikiran saya hanyalah r√∂yksopp semata. tapi ketika saya datang di hari rabu, kita semua termasuk saya tentunya terhibur dengan aksi dari agrikulture, bag raiders, rory phillips dan erol alkan (yang tampil setelah r√∂yksopp).

ketika mengetahui venuenya berada di parkiran e.x plaza indonesia, saya sedikit terkejut dan kecewa karena lokasinya yang cukup jauh dari kantor saya. tetapi setelah tiba disana semua itu terbayar karena menurut saya konser di tengah kota dengan background lampu-lampu gedung pencakar langit jakarta sungguh luar biasa! (saya menantikan promotor yang buat konser di monas atau di mega kuningan!) dan ismaya pun cukup sigap mempersiapkan para penonton dengan jas hujan seandainya cuaca tidak mendukung…

(more…)


the twelves. woohoo!

This slideshow requires JavaScript.

woohoo, semalam saya akhirnya berkesempatan juga untuk menonton konsernya the twelves! dan mereka main di depan saya (benar-benar secara harfiah karena kami hanya berjarak beberapa sentimeter saja!) dan membuat kami semua yang menonton berjingkrakan 2 jam nontsop! baru kali ini saya berjoget selama itu di acara musik… sungguh 2 jam yang luar biasa!

dengan tempat yang tidak terlalu besar, dan penonton yang pas rasanya semalam jadi pertunjukan yang menarik. walaupun sejam pertama semuanya masih jaim tapi setelah beberapa orang maju ke depan panggung seakan membuat kami semua tersengat untuk segera maju juga dan membuat saya melupakan lelah tak terkira setelah beberapa jam sebelumnya saya menyelesaikan tugas ngeWO (well, work hard party hard, eh?)

dan duo dj ini berhasil membuat kami semua bergoyang gembira semalam. rasanya mereka benar-benar seperti daft punk dengan rasa brazil yang eksotik… dan inilah sedikit cuplikan dari konser the twelves semalam yang bisa saya ambil:

nice, right?

Now Playing: Saint Privat – Femme Trip Hop Sessions Vol. 5 (By Samanosukechill) – Un, Deux, Trois


video pekan ini: the knife – heartbeats

video pekan ini saya memilih band elektronik luar biasa asal swedia: the knife dengan video live mereka heartbeats. negara-negara skandinavia memang terkanal banyak melahirkan band-band edan, macam bjork, zeigeist, royksopp, dan tentu saja the knife ini. band yang digawangi oleh duo kakak beradik karin dreijer andersson dan olof dreijer. oiya, karin dreijer andersson juga punya punya solo karir sebagai fever ray dan dia juga sering bekerja sama dengan royksopp (pertama kali mendengar koloborasi mereka di lagu “what else is there, dan berlanjut di album junior dengan “this must be it” dan “tricky tricky”). setelah melihat video live mereka, saya jadi penasaran dengan aksi panggung mereka. pastilah the knife atau fever ray tidak boleh dilewatkan jika mereka manggung disini karena mereka menawarkan pengalaman audio visual yang sangat luar biasa (walaupun mungkin tidak sedahsyat daft punk! itu sih si duo french house emang edan!).

cukup basa-basinya, bnikmati saja video mereka ini…

One night to be confused
One night to speed up truth
We had a promise paid
Four hands and then away

Both under influence
We had a divine sense
To know what to say
Mind is a razor blade

To call for hands of above
to lean on
Wouldn’t be good enough
for me, no

One night of magic rush
The start a simple touch
One night to push and scream
And then relief

Ten days of perfect tunes
The colors red and blue
We had a promise made
We were in love

To call for hands of above
to lean on
Wouldn’t be good enough
for me, no

To call for hands of above
to lean on
Wouldn’t be good enough

And you, you knew the hand of the devil
And you, kept us awake with wolves teeth
Sharing different heartbeats
In one night

To call for hands of above
to lean on
Wouldn’t be good enough
for me, no

To call for hands of above
to lean on
Wouldn’t be good enough

Now Playing: Kings Of Convenience – Declaration of Dependence – Riot On An Empty Street


siapa peduli ada smesing di javarockingland jika ada ELI bermain di depan saya?

This slideshow requires JavaScript.

yeah, akhirnya saya bisa datang ke javarockingland edisi jumat 8 oktober 2010 setelah sebelumnya saya nyaris tidak pergi. dan sebelum pergi, ada saja cobaan sebelum sampai venue: hujan deras yang mengguyur jakarta di sore harinya dan kemacetan luar biasa akibat hujan tadi. jadilah saya berangkat setelah hujan reda selepas manghrib dan mengarungi kepadatan lalu-lintas jakarta yang luar biasa biadab hari itu demi mencapai ancol! dengan kondisi hujan deras yang rata mengguyur jakarta, ancol juga tidak luput sehingga mengakibatkan venue menjadi becek dan berlumpur (walaupun itu tidak mengurangi hasrat saya untuk menikmati malam itu, tentunya!). saya baru masuk venue jam 10 malam dan ketinggalan salah satu band yang ingin saya lihat: datarock, sebagai akibat macet brengsek itu! setelah samapai di venue, saya bersama teman saya: mangis dan esti langsung menuju dome stage untuk menyaksikan pure saturday. lucunya, saya menonton mereka juga di JRL edisi tahun lalu juga di tempat yang sama!

dan seperti tahun lalu, yang menjadi faktor terbesar untuk menonton javarockingland adalah ELI alias everybody loves irene! dan salah satu jualan utama JRL tahun ini adalah smesing pumkin yang sialnya bermain di jam yang sama pada saat ELI manggung. kenapa saya bilang sial? karena seperti yang sudah diduga sebelumnya mayoritas penonton (95% saya rasa) tersedot ke panggung utama untuk menyaksikan smesing tampil, bahkan setengah jam sebelum mereka tampil pun orang-orang sudah banyak yang standby di depan panggung dan memilih tidak menonton band lain yang sedang mentas demi mendapat spot yang strategis… jadilah penampilan ELI kali ini sepi penonton (baca: bisa dihitung pakai jari yang nonton! mengenaskan..). untuk band indie sekelas ELI tentu sangat menyedihkan ketika tampil hanya segilintir orang saja yang menonton, tapi itu tidak mengurangi antusiasme saya untuk terus menonton mereka.

(more…)