because everyone is boring..and because you’re different

and you know what? i still care about her. pretty ironic huh? i care for you all but not what you say.


beberapa saat yang lalu saya memutuskan untuk mengakhiri pengejaran terhadap wanita yang saya suka. waktu itu saya berpikir hubungan ini tidak bisa bergerak menuju ke arah yang saya inginkan. saya menginginkan lebih, tetapi dia tidak bisa memutuskan.

saya merasa kekurangan saya kemarin-kemarin ini menjadi penghalang saya untuk mendapat lebih darinya, tapi saya juga berusaha untuk menjadi lebih baik lagi. suatu hal yang nampaknya hanya saya saja yang merasa begitu, sementara di pihak lain tidak.

dimulai dari ketidakjelasan hubungan ini hendak dibawa kemana, dan begitu saya ingin mengkorfimasi, jawaban menggantung yang saya dapat dan hanya mendapatkan jawaban yang sama (lagi-lagi): “masih ingin seperti sebelumnya dan tetap berkomunikasi seperti biasa.” juga menurutnya dia masih ingin menyenangkan orang tuanya dan mencoba menghapus jejak kekasih sebelumnya.

okelah…

yeah, kondisi ini hanya bertahan seminggu dan selepas dari itu semuanya sudah terasa beda buat saya.

sampai akhirnya saya tidak bisa menahan lagi dan memutuskan untuk mengakhiri ini selamanya. konfrontasi yang cukup membingungkan. bagaimana mungkin dia bisa bilang bahwa dia tidak ingin kami menjauh, dan setelah berdebat sengit, mengatakan dia bisa pergi setelah dia tahu saya baik-baik. saja.

what are you? my mom?

dia juga menambahkan jika saya sudah sibuk saya bisa melupakan dia. damn kiddo, jika anda care pada seseorang, anda akan meluangkan waktu untuk bersamanya/berkomunikasi dengannya apapun caranya! *sigh

sampai akhirnya saya meminta dia untuk menyampaikan isi hatinya dan mengatakan bahwa kita tidak pernah ada apa-apa. bahkan permintaan sederhana ini pun dia tidak bisa penuhi dengan baik dan benar.

saya memilih ini dan mendapatkan kenyataan yang cepat dan pahit daripada saya terus berharap dan menyimpan sakit yang lebih lama dan akhirnya menjadi bom waktu. seperti peluru tajam yang menghujam jantung. cepat dan mematikan. daripada seperti tertembak di jempol, mati perlahan-lahan karena kehabisan darah.

tapi ternyata pilihan saya akan “peluru tajam mematikan” ini masih menghantui saya. alih-alih mematikan seperti yang diharapkan, malah membuat saya menderita berkepanjangan dan membuat saya masih dalam kondisi “sekarat” sampai saat ini.

realita memang kejam.

apalagi ketika saya bertemu dengannya beberapa saat lalu dan dia bersama cowok lain. saya merasa tertampar dan mencoreng harga diri saya. bagaimana mungkin dalam waktu secepat ini dia sudah bersama orang lain. secepat itu jejak mantannya bisa hilang? dan cowok itu bisa menyenangkan orang tuanya? sesuatu yang saya bahkan tidak pernah diberi kesempatan! (yes i know, saya merasa tahu diri saat itu dan tidak percaya diri).

now i feel like dumb idiot…

berarti dia sudah bersama cowok ini sejak dari saya mencoba untuk bersamanya. and suddenly all talking about forgetting her ex, and how she doesn’t know how she feels about me, and how she’s trying to please her parents is like taking crap into my thought. talk is cheap, eh?

crushed.

dan pahitnya lagi, ketika bertemu dia bersikap seolah tidak pernah terjadi apa-apa (atau memang sebenarnya tidak ada apa-apa? dammit!). ketika saya berusaha sekuat tenaga mempertahankan kewarasan saya, berusaha untuk bergerak maju–walau dengan susah payah, dia masih bisa tersenyum dan bersikap ceria. dan sejujurnya pada saaat bertemu pikiran saya sudah melanglang buana entah kemana. semua yang keluar dari mulutnya tidak ada yang bisa saya dengar dan saya hanya bisa melihat dia bercuap-cuap. dunia seolah-olah bergerak dalam keadaan yang sangat pelan dan saya hanya ingin keluar dari ruangan itu saja.

dunia memang tidak kiamat. tapi dunia kecil di hati saya runtuh sedikit demi sedikit. semua angan-angan saya dengannya menghilang begitu saja. orang yang saya pikir bisa jadi partner saya dalam menjalani sisa hidup, ternyata saya salah memilih lagi.

and you know what? i still care about her. pretty ironic huh?  i care for you all but not what you say. i care, and always be. despite anything i say.

dan sekarang dia baik-baik saja dimanapun dia berada, sementara saya kembali pada realita menyakitkan. oh, betapa munafiknya saya! hanya bisa mengumpat dan memaki dalam hati.

saya tahu suatu saat bisa melewati ini semua. tapi saat ini rasanya tidak ada yang lebih baik daripada menenggelamkan diri dalam lautan kecewa yang tak berdasar. ini hanyalah sekedar luapan kekecewaan berdasarkan emosi sesaat (sesaat yang berupa 2 bulan? :p )

and i can’t lie, i miss you. and someday i know we’ll meet again, and until then i willl let you know.

Now Playing: jj – kills – Kill Them

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s