because everyone is boring..and because you’re different

cita-cita. seharusnya hanya setinggi pohon rambutan depan rumah sehingga mudah digapai…


cita-cita.
satu kata yang penuh makna. memberikan harapan sekaligus beban… jadi ingat ketika dulu sewaktu kecil pak/bu guru bertanya apa cita-cita kita? dan saya ingat banyak yang menjawab jadi prediden. hmm, mungkin tepatnya pemimpin? nggak heran ketika sudah pada besar banyak yang berebut jadi presiden atau pemimpin parta/kelompok/koalisi/apalah itu… makan deh tuh cita-cita…

tapi ngomongin cita-cita, dulu saya bercita-cita jadi pilot, bukan saja karena menjadi pilot itu keren, seksi, banyak duit, bisa berpergian kemana-mana dan pekerjaan yang glamor, tapi  juga supaya saya bisa dapat istri pramugari yang sudah pasti cantik, semampai, dan ramah (untuk yang satu ini saya tidak tahu bisa ramah ke suami nggga ya?). tapi mengetahui fisik saya payah, mata minus, buruk dengan matematika, maka kandaslah berkeping-keping impian saya menjadi pilot. lagian, memiliki istri pramugrai yang juga selalu terbang kemana-mana, kapan kita bisa ketemu? yang ada dia bisa terbang ke pelukan pilot lainnya…

kemudian saya bercita-cita jadi koki handal yang melanglang buana dari 1 restoran ke restoran lainnya di seantaro dunia dan pada akhirnya membuat restoran saya sendiri. tahu kan, pria yang bisa masak itu sangat seksi di mata wanita. bayangkan seandainya saya membuat sarapan dan membawakannya untuk istri saya dan kita makan di atas ranjang. siap tahu setelah itu saya dapat “sarapan” juga🙂 tapi setelah teman-teman wanita saya mengetahui saya ingin jadi koki, mereka langsung bilang begini: “asik, setiap hari kita dimasakin…” ehh maaf-maaf aja ya, sesekali masak dan mebawakan sarapan ke ranjang sih boleh-boleh saja. tapi setiap hari saya yang masak buat keluarga? itu konyol namanya… doh! lagipula, setelah mendapati kenyataan saya gagal masuk ke enHaii (sekolah pariwisata tersohor se-Indonesia di bandung) karena faktor fisik, impian saya menjadi koki pun saya kubur dalam-dalam bagaikan mengubur barang bukti…

hmm, setelah dilihat-lihat, ternyata banyak cita-cita saya yang berantakan karena 1 hal: fisik. damn it, kenapa saya harus punya fisik yang tidak altetis nan menggoda sih (walaupun setelah dipikir-pikir kalau saya punya fisik yang atletis saya pasti sudah jadi pilot jago masak yang diidolai oleh para wanita dan dicemburui pria-pria lainnya😀 ).

kalau kata orang, gantunglah cita-citamu setinggi langit. heck no! ungkapan in salah banget… karena saya menggantungkan cita-cita setinggi langit, saya jadi tidak bisa menggapainya… harusnya cukup setinggi pohon rambutan depan rumah saja, dengan begitu saya bisa memanjatnya dan menggapai cita-cita saya… lagipula kalau ketinggian, susah turunnya bukan? dan saya fobia ketinggian. duh duh duh…

gambar dari cheezburger

Now Playing: David E. Sugar – Although You May Laugh

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s